Al-Quran Al-Karim

Sabtu, 09 Juli 2011

Tafsir QS. Al-Baqarah : 75-77 (Ust. Uus Mauludin, MA)


Materi                :  Tafsir QS. Al-Baqarah 75-77

Tempat              :  Masjid Tropikana – Cikarang Baru
Hari                    :  Sabtu, 09 Juli 2011
Nara Sumber      :  Ust. Uus Mauludin, MA
Penulis               :  Ali Asikin



Bismillahirahmaanirrahiim
Alhamdulillah puji syukur kita senantiasa panjatkan kepada Robb penggenggam alam semesta , sholawat serta salam semoga selalu tercurah kepada beliau panutan ummat, uswah yang hasan, nabi akhir zaman nabi agung Muhammad SAW. Semilir angin subuh pagi alhamdulillah hati ini masih diberi kenikmatan  untuk selalu terpaut di jalanMU, kaki ini masih diberi  kekuatan untuk selalu melangkah menuju rumahMU. Ya Robb hauskanlah kami dalam mengarungi samudera ilmuMU mantapkanlah hati kami untuk selalu mencari keridhoanMU.

Alhamdulillah kajian rutin tafsir Al-Quran di Masjid Tropikana yang diasuh oleh guru kita Ust. Uus Mauludin, MA pagi ini telah memasuki QS.Al-Baqarah : 75-79
Keimanan orang Yahudi sukar diharapkan dimasa Rasulullah s.a.w. atau dengan kata lain “Memutus harapan yang lebih tentang keimanan orang-orang yahudi pada zaman Rosulullah” (Qat’ut thama’i)

Diantara tabiat / karakteristik orang-orang yahudi adalah sebagai berikut :
1.    Sangat senang kepada kemusyrikan
2.    Keras kepala
3.    Sangat ingkar
4.    Senang dengan kerusakan
5.    Mengikuti hawa nafsu
6. Membenci kebenaran dan akan membumi hanguskan yang mendukung kebenaran
7.    Melanggar perintah
Mereka orang-orang yahudi senantiasa melakukan pembangkangan yang terhadap perintah Allah dan rosulNYA.
Mereka seolah-olah disinggung dalam pepatah “Menolak karena ketidak tahuan adalah wajar, tetapi menolak karena tahu tentang kebenaran adalah kurang ajar”
8.    Melanggar janji  (QS.Al-Baqarah : 83)
9.    Suka berdebat dan berlebihan bertanya (katsrotus sual)
Bisa dibedakan antara berdebat dan musyawarah :
·  Annaja / berdebat è Sudah mengerti kebenaran tapi masih diperdebatkan
·         Musyawarah  è Mencari sebuah solusi dengan mauidhah & hasanah
Dikarenakan sifat-sifat yang dimiliki oleh orang-orang yahudi tersebut mencapai paparan puncak balasan untuk orang-orang yahudi dari bani isroil yang telah dikutuk oleh Alloh menjadi  Khinzirun (Babi) dan Kirdun (monyet). Pada kajian tersebut ada beberapa tafsir dari beberapa ulama diantaranya adalah :
·         Pendapat Ulama 1 è Bahwa maksud dari dijadikannya mereka monyet lebih kepada sifat dan kelakuannya hakekatnya seperti monyet tetapi jasadnya masih tetap manusia.
·         Pendapat Jumhur Ulama è Bahwa maksud dari dijadikannya mereka monyet bahwa mereka benar-benar dikutuk  menjadi monyet pada fisik/jasadnya pada saat itu tetapi umurnya tidak begitu lama kira-kira berkisar 40 harian.

Pada pertemuan minggu sebelumnya sudah sedikit disinggung bahwa kata طمع (THOMA’U)  dalam bahasa indonesia bisa diartikan tamak, huruf-huruf bergelembung ditunjukkan dari makhorijul huruf yang berarti Suka Berlebih-lebihan (berperut besar).
Ayat-ayat di atas sebagai gambaran terhadap orang-orang yahudi bahwa kita jangan banyak berharap tentang keimanan mereka, disisi lain ayat ini seolah membimbing kita untuk terus berdakwah dan menasehati seperti termaktub dalam surat lain QS.Al-‘Arof : 164


76. Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata: قَالُواْ آمَنَّا   Qooluu amannaa Kamipun telah beriman," tetapi apabila mereka berada sesama mereka saja, lalu mereka berkata: "Apakah kamu menceritakan kepada mereka (orang-orang mukmin) apa yang telah diterangkan Allah kepadamu, supaya dengan demikian mereka dapat mengalahkan hujjahmu di hadapan Tuhanmu; tidakkah kamu mengerti?"[66]
[66]. Sebagian Bani Israil yang mengaku beriman kepada Nabi Muhammad s.a.w itu pernah bercerita kepada orang-orang Islam, bahwa dalam Taurat memang disebutkan tentang kedatangan Nabi Muhammad s.a.w. Maka golongan lain menegur mereka dengan mengatakan: "Mengapa kamu ceritakan hal itu kepada orang-orang Islam sehingga hujjah mereka bertambah kuat?"

Di akhir ayat 76 tersebut  أَفَلاَ تَعْقِلُونَ seakan Allah menekankan 2 point untuk kita renungkan bersama :
1.    Bahwa pada hakekatnya mereka orang-orang yahudi saling melecehkan satu dengan yang lainnya.
2.    Allah ingin melecehkan dan menghinakan orang yahudi karena tidak taatnya mereka kepada Allah dan tidak patuhnya mereka kepada rosul-rosul Allah.
Perbedaan mencolok tentang kebenaran Al-Qur’an dengan teori darwin :
·         Al-Qur’an è Manusia dikutuk jadi kera
·         Darwin è Manusia berasal dari kera
Orang-orang yahudi dalam gerbong Gerakan Primasondri sampai dengan saat ini telah sukses meng-Image-kan paradigma kera sebagai hewan yang cerdas / mulia sebagai contoh muncul beberapa keyakinan fiktif di tengah masyarakat tentang adanya :
·         Kera Sakti
·         Lutung kasarung
·         Hanoman
·         Sun go kong
Karena pada dasarnya Darwin adalah seorang yahudi.
Kajian kita kali ini marilah kita tutup dengan sebuah doa “Allohummastur aurootanaa fiddunya wal aakhiroh” Ya Allah tutuplah aib-aib kami di dunia dan akhirat.
Jazakumullahu hairon katsiron
Subhaanaka Allahumma wabihamdika asyhadu an Laa ilaa ha illa anta astaghfiruka waatubu ilaika.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar